Hisart Live History Museum di Istanbul menandai peringatan 107 tahun kemenangan anakkale dengan sebuah pameran yang menyampaikan warisan unik dari pertempuran Perang Dunia I kepada generasi baru dengan karya-karya orisinal. Pameran “Dari Kebangkitan ke Pembebasan” juga menceritakan kisah para pahlawan perang yang terlupakan, seperti Komandan Area Berbenteng Cevat Pasha.

Kampanye Gallipoli dapat disebut sebagai titik balik Perang Dunia I, di mana Mustafa Kemal, yang kemudian menjadi pendiri republik Turki, dinyatakan sebagai “Pahlawan Gallipoli”. Pada peringatan kampanye, Hisart Live History Museum akan menyelenggarakan pameran koleksi unik ini untuk menampilkan perjuangan heroik tentara Turki di anakkale.
Diorama Cpl. Seyit, salah satu pahlawan legendaris kampanye Gallipoli yang sendirian mengangkat bola meriam seberat 215 kilogram (475 pon), dan pertempuran terowongan yang berlanjut di bawah tanah dan pertempuran parit, yang merupakan yang paling sulit dan sekaligus konfrontasi paling sopan dalam sejarah, akan dipajang di pameran. Diorama lain juga menggambarkan kapal ranjau Utsmaniyah Nusret, yang meletakkan ranjau di bawah Dardanelles, dan kapal torpedo Muavenet-i Milliye, yang terkenal karena menenggelamkan kapal perang pra-kapal penempur Inggris, Goliath.


Barang-barang lain yang dipamerkan dalam pameran termasuk sepatu bot tentara; jam saku; koin terkena peluru yang mencerminkan kekerasan perang; inti peluru yang terbelah menjadi dua setelah mengenai bayonet; pistol dan medali Hakkı Bey, kapten senior kapal ranjau Nusret; pistol pribadi, senapan, foto dan potret minyak Komandan Area Berbenteng Cevat Pasha dan topi, seragam, aksesori, dan benda asli dari para pahlawan kampanye Turki, serta benda-benda milik tentara Inggris, Prancis, dan Anzac.
Posted By : hk hari ini